Rabu, 22 April 2020

Kaitan Wabah Pandemi dengan Teori Urie Bronfenbrenner


DAMPAK PANDEMI  NCOV TERHADAP TINGKAT KELEKATAN INDIVIDU DENGAN SEKITARNYA MENURUT TEORI BRONFENBRENNER

Muhammad Haikal Fathurachman
Psikologi
Strata 1 Universitas Muhammadiyah Bandung
Surel : haikalfath88@gmail.com

Abstrak :
            Fenomena pandemi yang dialami oleh seluruh masyarakat dunia telah membawa kita kepada perubahan kebiasaan hidup yang jauh berbeda dari biasanya. Yang biasanya kita disibukkan dengan aktifitas duniawi pergi pagi pulang menjelang pagi lagi mungkin sudah biasa kita lakukan dalam hidup ini. Suasana kehangatan yang didamba-dambakan oleh keluarga mungkin hanya sekedar harapan kosong. Kehidupan dalam bertetangga pun tidak ada kedekatan sama sekali. Semua individu sibuk mengejar keinginannya demi tercapainya orientasi hidupnya masing-masing.
            Ketika tiba-tiba wabah ini datang menyerang ke seluruh penduduk dunia, seketika itu juga keadaan bumi, lingkungan dan sekitarnya berubah secara cepat. Tingkat polusi yang tinggi biasanya pun sekarang kadar emisi bumi jauh menurun tajam. Air sungai ataupun danau dan waduk yang semula keruh, sekarang menjadi terlihat biru jernih hingga ikan yang berenang didalamnya tampak jelas terlihat.
            Bila dikaitkan dengan kehidupan sosial yang dialami selama ini tentu banyak mengalami perubahan  pula diantaranya dari kelima sistem lingkungannya. Dulu orang yang sering main keluar rumah, yang jarang pulang kerumah karena mungkin banyak lemburan di tempat kerjanya. Sekarang jadi bisa melakukan bonding dengan orang-orang terkasihnya. Dan jika kita ingin menyimak lebih jauh, mari kita terus selami isi artikel yang menarik ini yang akan menceritakan bagaimana saja perubahan individu terhadap lingkungan yang terjadi diakibatkan oleh pandemi ini.

 Kata kunci : orientasi hidup, bonding, lima sistem lingkungan.

A. Pendahuluan
            Dalam pelajaran Psikologi Perkembangan terutama apa dan bagaimana saja yang diungkapkan oleh salah satu sosok terhormat yang sangat berkontribusi besar dalam teorinya tentang lingkungan, Urie Bronfenbrenner.  Ia merupakan salah satu tokoh yang dimana teori-teori yang beliau kemukakan mempunyai peranan penting terhadap perkembangan masa hidup manusia bersamaan dengan tokoh-tokoh perkembangan yang lainnya juga yang studi penelaahannya berbeda. Saat sedang seperti ini banyak terutama yang akan difokuskan membahas dalam segi seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap kehidupan manusia sekarang ini, 2 bulan terakhir ini.


B. Kerangka Teori dan Pembahasan
            Berkenaan dengan teori inti yang dikemukakan oleh beliau, tentu yang paling terkenal yaitu namanya teori ekologi. Didalamnya ia benar-benar hanya mengedepankan faktor lingkungan saja yang mampu membentuk perkembangan masa hidup seseorang. Teori ekologi telah membawa pengaruh penting terhadap pemahamannya dan mencerminkan pengaruh dari sejumlah sistem lingkungan. Diantaranya, Bronfenbrenner mempunyai lima sistem lingkungan yang akan menarik bila kita diidentifikasikan yaitu sebagai berikut :
1)      Mikrosistem, disini tempat individu hidup memegang peranan penting dalam perkembangan individu tersebut. Pada saat ini dikarenakan semua aktifitas diluar daerah tempat tinggal diisolasi, maka sang individu bisa lebih melakukan interaksi lebih intens dengan orang tua, atau kawan sebayanya mungkin untuk diajak bekerja sama dalam menghadapi banyaknya tugas online. Maka individu tersebut bisa dikatakan menjadi lebih aktif terhadap agen-agen sosialnya yang masih dalam cakupan mikrosistem itu sendiri seperti teman sebaya, orang tua, dan yang lainnya ;

2)      Mesosistem, disini individu bisa lebih dekat dan melakukan koneksi dengan beberapa konteks, sebagai contoh riilnya ambil saja saya misalkan sekarang ini, jujur sebelum adanya wabah ini dimana saya sering menghabiskan waktu diluar rumah sehingga mungkin saya mendapat sedikit penolakan relasi dari dalam keluarga saya. Setelah adanya wabah ini yang mau tidak mau mengharuskan saya harus berada di rumah demi keamanan, maka yang saya rasa pun bisa lebih melekatkan diri dengan keluarga sehingga terciptalah relasi positif dengan mereka, InshaAllah ;

3)      Eksosistem, yang dimana pengertian dasarnya ialah individu tersebut tidak memiliki peran aktif terhadap individu lainnya didalam lingkungannya. Pengalaman saya sebagai mahasiswa yang mengambil double degree membuatku agak sedikit kesulitan dalam memanajemen waktu untuk pengerjaan tugas di kedua kampus tersebut yang pada akhirnya mungkin bisa menyebabkan sedikit konflik dengan pihak-pihak kampus yang bersangkutan ;

4)      Makrosistem, pengertian sederhananya bisa dikatakan bahwa budaya dapat membawa pengaruh terhadap perkembangan individu entah itu dari pola perilakunya, keyakinannya, kebiasaan hidupnya, dan yang lainnya. Seperti yang kita alami saat ini bahwa pandemi yang dirasakan oleh kita semua telah menggiring kita mau tak mau untuk melakukan hidup bersih. Disini artinya bahwa karena adanya sesuatu kejadian itu dapat merubah budaya hidup seseorang sebelumnya. Kita yang biasanya ketika hendak makan langsung makan saja tanpa memperhatikan aspek kebersihan, lalu sekarang kita jadi terbiasa selalu mencuci tangan ketika hendak makan, ketika hendak pergi keluar kita senantiasa memakai masker dan membawa hand sanitizer sebagai pelindung diri dari bahaya, yang biasanya dalam kehidupan sosial diluar tidak adanya batasan antara makhluk sejenis dan lawan jenisnya, sekarang mereka harus menjaga jaraknya masing-masing dan masih banyak contoh lainnya yang pada intinya dapat merubah budaya dan kebiasaan hidup kita.

5)      Kronosistem, yang dimana artinya transisi kehidupan dan keadaan sosiohistoris dapat membawa efek terhadap perkembangan individu tersebut. Misalkan sekarang ini dalam 1 atau 2 tahun terakhir manusia menjalani kehidupan sebagaimana biasanya, namun setelah pada bulan Maret 2020 ini mengalami transisi dari berbagai rangkaian hidup yang sudah dibentuk sebelumnya. Salah satunya kita sekarang sedang transisi dari biasanya bekerja di luar jadi menerapkan kerja dirumah, yang biasanya suka belanja makanan diluar yang kurang perlu, sekarang kita hanya belanja apa yang benar-benar dibutuhkan saja karena khawatir terhadap barang-barang diluar kalau-kalau saja barang atau makanan tersebut terkontaminasi dengan virus yang ganas itu dan masih banyak lagi contoh lainnya.

C. Evaluasi teori Ekologi Terhadap Kehidupan Kita Saat ini
            Dengan berbagai macam penjelasan yang sudah dipaparkan baik dalam segi permasalahan mikro dan makronya terhadap dimensi sistem lingkungan yang ada. Maka kiranya dapat diasumsikan bahwa pandemi ini dapat membawa perubahan besar kebiasaan individu terhadap lingkungan dan agen-agen sosial terdekatnya. Namun juga tak menutup kemungkinan bahwa adanya beberapa titik kelemahan yang dijelaskan melalui teori ekologi tersebut yaitu kurang memperhatikan aspek biologis yang ada pada tiap-tiap individu tersebut seperti misalnya bagaimana pengaruh pandemi ini terhadap tingkat imunitas individu itu. Apa saja yang individu itu rasakan selama menjalani hari saat pandemik ini ? Apakah ada gejala-gejala yang kurang mengenakkan yang dihasilkan dari dalam tubuh tersebut. Dan satu lagi kelemahan dari ekologi ini bahwa ia kurang memperhatikan aspek-aspek kognitif seperti bagaimana individu tersebut mengikuti kebiasaan hidup sehat kepada figur keluarga yang lainnya saat pandemi ini ? Apakah individu tersebut dapat merekam dengan baik apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya dalam kebiasaan hidup sehat itu ? Apakah individu tersebut dapat menyimpannya kedalam memori otaknya lalu mengulangi perbuatannya sesuai terhadap apa yang dilakukan kedua orang tuanya tersebut, nyatanya ekologi kurang mendalami dalam memperhatikan faktor-faktor yang sudah dijelaskan diatas terutama dari faktor kognitif dan biologis pada intinya.





D. Kesimpulan Terhadap Teori Ekologi
            Setelah kita berbicara panjang lebar dan secara ilmiahnya apa saja yang dapat dikaitkan dengan teori ekologi  dalam kehidupan ini. Tibalah saatnya untuk mengambil beberapa kesimpulan sesuai dengan berbagai macam teori dan penjelasannya yang telah kita ulas sebelumnya pada mata kuliah Psikologi Perkembangan ini diantaranya :

1.      Berkenaan dengan mikrosistem, kita jadi dapat lebih melekatkan diri kepada agen-agen sosial terdekat seperti keluarga, teman sebaya, dan wilayah tempat tinggal kita saat sedang wabah seperti ini ;
2.      Kita jadi mengetahui bahwa ternyata faktor lingkungan itu dapat membawa perubahan terutama pada aspek kepribadian tiap-tiap individu yang ada ;
3.      Dengan berbagai macam peristiwa dan sosiohistoris mampu membawa manusia pada kehidupan yang positif maupun negatif sesuai dengan jangka waktunya yang telah ditentukan dan dijelaskan oleh Bronfenbrenner tersebut ;
4.      Dengan adanya pandemi ini, kita bisa lebih menciptakan relasi positif terutama pada seluruh anggota keluarga kita ;
5.      Kita bisa menghindari konflik dengan keluarga yang disebabkan karena kurangnya waktu untuk berkumpul bersama mereka.

E. Daftar Pustaka
           
            Santrock, W. John. (2012). Perkembangan Masa Hidup. Ciracas, Jakarta: Penerbit Erlangga. hal 32-33