DAMPAK
PANDEMI NCOV TERHADAP TINGKAT KELEKATAN
INDIVIDU DENGAN SEKITARNYA MENURUT TEORI BRONFENBRENNER
Muhammad
Haikal Fathurachman
Psikologi
Strata 1 Universitas Muhammadiyah
Bandung
Surel : haikalfath88@gmail.com
Abstrak
:
Fenomena pandemi yang dialami oleh
seluruh masyarakat dunia telah membawa kita kepada perubahan kebiasaan hidup
yang jauh berbeda dari biasanya. Yang biasanya kita disibukkan dengan aktifitas
duniawi pergi pagi pulang menjelang pagi lagi mungkin sudah biasa kita lakukan
dalam hidup ini. Suasana kehangatan yang didamba-dambakan oleh keluarga mungkin
hanya sekedar harapan kosong. Kehidupan dalam bertetangga pun tidak ada
kedekatan sama sekali. Semua individu sibuk mengejar keinginannya demi
tercapainya orientasi hidupnya masing-masing.
Ketika tiba-tiba wabah ini datang
menyerang ke seluruh penduduk dunia, seketika itu juga keadaan bumi, lingkungan
dan sekitarnya berubah secara cepat. Tingkat polusi yang tinggi biasanya pun
sekarang kadar emisi bumi jauh menurun tajam. Air sungai ataupun danau dan
waduk yang semula keruh, sekarang menjadi terlihat biru jernih hingga ikan yang
berenang didalamnya tampak jelas terlihat.
Bila dikaitkan dengan kehidupan
sosial yang dialami selama ini tentu banyak mengalami perubahan pula diantaranya dari kelima sistem
lingkungannya. Dulu orang yang sering main keluar rumah, yang jarang pulang
kerumah karena mungkin banyak lemburan di tempat kerjanya. Sekarang jadi bisa
melakukan bonding dengan orang-orang
terkasihnya. Dan jika kita ingin menyimak lebih jauh, mari kita terus selami
isi artikel yang menarik ini yang akan menceritakan bagaimana saja perubahan
individu terhadap lingkungan yang terjadi diakibatkan oleh pandemi ini.
Kata kunci :
orientasi hidup, bonding, lima sistem lingkungan.
A. Pendahuluan
Dalam pelajaran Psikologi
Perkembangan terutama apa dan bagaimana saja yang diungkapkan oleh salah satu
sosok terhormat yang sangat berkontribusi besar dalam teorinya tentang lingkungan, Urie Bronfenbrenner. Ia merupakan salah satu tokoh yang dimana
teori-teori yang beliau kemukakan mempunyai peranan penting terhadap
perkembangan masa hidup manusia bersamaan dengan tokoh-tokoh perkembangan yang
lainnya juga yang studi penelaahannya berbeda. Saat sedang seperti ini banyak
terutama yang akan difokuskan membahas dalam segi seberapa besar pengaruh
lingkungan terhadap kehidupan manusia sekarang ini, 2 bulan terakhir ini.
B. Kerangka Teori dan Pembahasan
Berkenaan dengan teori inti yang dikemukakan oleh
beliau, tentu yang paling terkenal yaitu namanya teori ekologi. Didalamnya ia benar-benar hanya mengedepankan faktor
lingkungan saja yang mampu membentuk perkembangan masa hidup seseorang. Teori
ekologi telah membawa pengaruh penting terhadap pemahamannya dan mencerminkan
pengaruh dari sejumlah sistem lingkungan. Diantaranya, Bronfenbrenner mempunyai
lima sistem lingkungan yang akan menarik bila kita diidentifikasikan yaitu
sebagai berikut :
1)
Mikrosistem,
disini tempat individu hidup memegang peranan penting dalam perkembangan
individu tersebut. Pada saat ini dikarenakan semua aktifitas diluar daerah
tempat tinggal diisolasi, maka sang individu bisa lebih melakukan interaksi
lebih intens dengan orang tua, atau kawan sebayanya mungkin untuk diajak
bekerja sama dalam menghadapi banyaknya tugas online. Maka individu tersebut
bisa dikatakan menjadi lebih aktif terhadap agen-agen sosialnya yang masih
dalam cakupan mikrosistem itu sendiri seperti teman sebaya, orang tua, dan yang
lainnya ;
2)
Mesosistem, disini
individu bisa lebih dekat dan melakukan koneksi dengan beberapa konteks,
sebagai contoh riilnya ambil saja saya misalkan sekarang ini, jujur sebelum
adanya wabah ini dimana saya sering menghabiskan waktu diluar rumah sehingga
mungkin saya mendapat sedikit penolakan relasi dari dalam keluarga saya. Setelah
adanya wabah ini yang mau tidak mau mengharuskan saya harus berada di rumah
demi keamanan, maka yang saya rasa pun bisa lebih melekatkan diri dengan
keluarga sehingga terciptalah relasi positif dengan mereka, InshaAllah ;
3)
Eksosistem, yang
dimana pengertian dasarnya ialah individu tersebut tidak memiliki peran aktif
terhadap individu lainnya didalam lingkungannya. Pengalaman saya sebagai
mahasiswa yang mengambil double degree
membuatku agak sedikit kesulitan dalam memanajemen waktu untuk pengerjaan tugas
di kedua kampus tersebut yang pada akhirnya mungkin bisa menyebabkan sedikit
konflik dengan pihak-pihak kampus yang bersangkutan ;
4)
Makrosistem, pengertian
sederhananya bisa dikatakan bahwa budaya dapat membawa pengaruh terhadap
perkembangan individu entah itu dari pola perilakunya, keyakinannya, kebiasaan
hidupnya, dan yang lainnya. Seperti yang kita alami saat ini bahwa pandemi yang
dirasakan oleh kita semua telah menggiring kita mau tak mau untuk melakukan
hidup bersih. Disini artinya bahwa karena adanya sesuatu kejadian itu dapat
merubah budaya hidup seseorang sebelumnya. Kita yang biasanya ketika hendak
makan langsung makan saja tanpa memperhatikan aspek kebersihan, lalu sekarang
kita jadi terbiasa selalu mencuci tangan ketika hendak makan, ketika hendak
pergi keluar kita senantiasa memakai masker dan membawa hand sanitizer sebagai
pelindung diri dari bahaya, yang biasanya dalam kehidupan sosial diluar tidak
adanya batasan antara makhluk sejenis dan lawan jenisnya, sekarang mereka harus
menjaga jaraknya masing-masing dan masih banyak contoh lainnya yang pada
intinya dapat merubah budaya dan kebiasaan hidup kita.
5)
Kronosistem,
yang dimana artinya transisi kehidupan dan keadaan sosiohistoris dapat membawa
efek terhadap perkembangan individu tersebut. Misalkan sekarang ini dalam 1
atau 2 tahun terakhir manusia menjalani kehidupan sebagaimana biasanya, namun
setelah pada bulan Maret 2020 ini mengalami transisi dari berbagai rangkaian
hidup yang sudah dibentuk sebelumnya. Salah satunya kita sekarang sedang
transisi dari biasanya bekerja di luar jadi menerapkan kerja dirumah, yang biasanya suka belanja makanan diluar yang
kurang perlu, sekarang kita hanya belanja apa yang benar-benar dibutuhkan saja
karena khawatir terhadap barang-barang diluar kalau-kalau saja barang atau
makanan tersebut terkontaminasi dengan virus yang ganas itu dan masih banyak
lagi contoh lainnya.
C. Evaluasi teori Ekologi Terhadap Kehidupan Kita
Saat ini
Dengan berbagai macam penjelasan yang sudah
dipaparkan baik dalam segi permasalahan mikro dan makronya terhadap dimensi
sistem lingkungan yang ada. Maka kiranya dapat diasumsikan bahwa pandemi ini
dapat membawa perubahan besar kebiasaan individu terhadap lingkungan dan
agen-agen sosial terdekatnya. Namun juga tak menutup kemungkinan bahwa adanya
beberapa titik kelemahan yang dijelaskan melalui teori ekologi tersebut yaitu
kurang memperhatikan aspek biologis yang ada pada tiap-tiap individu tersebut
seperti misalnya bagaimana pengaruh pandemi ini terhadap tingkat imunitas
individu itu. Apa saja yang individu itu rasakan selama menjalani hari saat
pandemik ini ? Apakah ada gejala-gejala yang kurang mengenakkan yang dihasilkan
dari dalam tubuh tersebut. Dan satu lagi kelemahan dari ekologi ini bahwa ia kurang memperhatikan aspek-aspek kognitif
seperti bagaimana individu tersebut mengikuti kebiasaan hidup sehat kepada
figur keluarga yang lainnya saat pandemi ini ? Apakah individu tersebut dapat
merekam dengan baik apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya dalam kebiasaan hidup
sehat itu ? Apakah individu tersebut dapat menyimpannya kedalam memori otaknya
lalu mengulangi perbuatannya sesuai terhadap apa yang dilakukan kedua orang
tuanya tersebut, nyatanya ekologi kurang mendalami dalam memperhatikan
faktor-faktor yang sudah dijelaskan diatas terutama dari faktor kognitif dan biologis pada intinya.
D. Kesimpulan Terhadap Teori Ekologi
Setelah kita berbicara panjang lebar
dan secara ilmiahnya apa saja yang dapat dikaitkan dengan teori ekologi dalam kehidupan ini. Tibalah saatnya untuk
mengambil beberapa kesimpulan sesuai dengan berbagai macam teori dan
penjelasannya yang telah kita ulas sebelumnya pada mata kuliah Psikologi
Perkembangan ini diantaranya :
1. Berkenaan dengan mikrosistem, kita jadi dapat lebih
melekatkan diri kepada agen-agen sosial terdekat seperti keluarga, teman
sebaya, dan wilayah tempat tinggal kita saat sedang wabah seperti ini ;
2. Kita jadi mengetahui bahwa ternyata faktor
lingkungan itu dapat membawa perubahan terutama pada aspek kepribadian
tiap-tiap individu yang ada ;
3. Dengan berbagai macam peristiwa dan sosiohistoris
mampu membawa manusia pada kehidupan yang positif maupun negatif sesuai dengan
jangka waktunya yang telah ditentukan dan dijelaskan oleh Bronfenbrenner
tersebut ;
4. Dengan adanya pandemi ini, kita bisa lebih
menciptakan relasi positif terutama pada seluruh anggota keluarga kita ;
5. Kita bisa menghindari konflik dengan keluarga yang
disebabkan karena kurangnya waktu untuk berkumpul bersama mereka.
E. Daftar Pustaka
Santrock, W. John. (2012). Perkembangan Masa Hidup. Ciracas,
Jakarta: Penerbit Erlangga. hal 32-33
Tidak ada komentar:
Posting Komentar